Posts

Showing posts from September, 2014

Siapakah Yang Benar

Image
Aku kata begini Engkau kata begitu Aku bilang begini bikinnya Engkau bilang begitu caranya  Kata ku cara kamu itu salah Kata mu aku harus beralah
Aku kata hidup ini perlu dipandu Ada hadnya perlu ada hala tuju Bukan mengikut nafsu melulu Al-Quran dan sunnah jadi pemandu Boleh saja bersuara  tapi bahasanya harus dijaga Bisa saja berlembut tapi bukan sampai dihinggut Ada kalanya perlu bertegas namun tindakan harus waras Tiap perbuatan tentu ada batas Bukan hanya memelihara adat Biar segalanya menjadi ibadat
Kata mereka cara barat harus  di sanjung Hak asasi manusia perlu dijunjung Semua agama sama dan bisa bergabung Tiada beda tiada apa perlu dibendung Hidup cukup pakai logik akal fikiran Cara Nabi sudah ketinggalan Ini zaman liberal menjadi ikutan Tidak ikut kita kan dipinggirkan Semuanya bisa saja bersuara

Kerana Diriku Juga Melayu

Image
Melayu... Kenapa kau semakin layu Tidak lagi seperti dulu Bikin hati ku semakin sayu Melihat kau jadi begitu
Yang memimpin itu Melayu Yang kuli juga Melayu  Yang laung kata bersatu itu Melayu Yang berpuak-puak juga Melayu  Yang bertempat itu Melayu  Yang merempat pun tak kurang Melayu
Katanya berbudi bahasa itu tentulah Melayu Tapi mengapa yang samseng juga Melayu Patut rajin kerja, banting tulang itu Melayu Tapi mengapa yang malas dan lembab itu lebihnya Melayu  Tampak sopan berbaju Melayu dan berbaju kurung itu pakaian Melayu Tapi kenapa yang berseluar pendek dan skirt itu juga Melayu  Kuat agama, solat dan puasa itu Melayu  Tapi kenapa yang tiada amalan agama itu juga Melayu 
Anak siapakah itu yang menagih dadah Itu anak Melayu  Anak siapakah itu yang merempit Itu anak Melayu Anak siapakah itu menjadi bohsia dan bohjan Itu juga anak Melayu

Kerusi dan Kuasa

Image
Kau itu siapa... Lagak mengalah menteri perdana  Bicara bagai sudah lupa diri Kata orang langsung tak dipeduli Mengarah orang sesuka hati  Demi cita dan cinta pada duniawi Dikerah semua anak dan isteri Langkah Kajang rencana dimulai Langkah sumbang terserlah dari hari ke hari Sandiwara dilakon nampak tak menjadi Menyalahkan orang tanpa bukti  Aib orang kau buka tak peduli Kerana kehendakmu tidak dituruti Bagaikan diri mu makhluk suci
Kau ini kenapa... Tiadakah lagi rasa hormat Degil tidak bertempat Merasa diri pemimpin terhebat Ingin jadi seperti Si Jebat Sukar sungguh mendengar nasihat  Bukankah kami yang memberi engkau mandat Kenapa memaksa rakan yang taat Dalam perkara yang tidak bisa sepakat Bukankah bermusyawarah itu punca berkat Mungkin kau punya muslihat Ataukah punya niat yang menjerat