Nyamuk



Sesekali terdengar dengungan suara nyamuk
Berlegar terbang mengelilingi telinga
Berdesing suara itu
Sengaja mahu bikin provokasi 
Bukan saja telinga ku yang sakit
Hati juga turut terasa panas
Jika tercapai dek tangan ku
Mahu saja ku tampar-tampar
Kulenyek-lenyek dia hingga berdarah
Darah yang mungkin bercampur darahku
Kalau di biarkan dia hidup
Mahu saja menjadi wabak
Bisa sebarkan penyakit denggi berdarah

Panggil saja inspektor kesihatan
Biar disembur semua larva-larva
Jangan biarkan dia hidup 
Walaupun pada usia yang muda
Biar semuanya mati
Jika dibiarkan...
Cepat saja dia membiak
Mengulang kembali kitaran hidup
Menjangkiti makhluk lain
Memulakan wabak yang baru
Membawa virus yang susah dibasmi

Ahhh...
Mengapa mahu bercerita tentang nyamuk
Bila gigitan manusia
lebih pedih dari makhluk itu
Malah lebih rendah martabatnya
Dari nyamuk yang halus
Kata-kata nista yang membingitkan telinga
Menjadi viral dan barah pada diri
Penuh dengan provokasi 
Penuh dengan dengki dan irihati
Bila dikata kamu begitu keterlaluan 
Lalu katanya
Itu hak aku untuk bersuara
Bisa saja berkata apa
Kamu diam saja

Ya...
Lalu aku diam
Biar saja kuserahkan pada penguasa
Selayak nya kamu ku rawat bagaikan nyamuk
Biar saja disembur penguasa
Kalau boleh dihapus 
Biarkan saja
Berbicaralah kamu seorang diri
Menjerit lah kamu tanda tidak puas hati
Biar jeritan tak lagi membingitkan kami
Biar kata-kata mu memakan diri
Biar wabak itu mati bersama mulut terkunci

-Alhambra 
13 Januari 2015


Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

17/09/2017-Pengembaraan ke Kashmir (KL-New Delhi)

Tangan Tangan Ghaib

Travelogue to Turkey- Part VI-Konya - Mevlana museum and Sultanhani Caravanserai